Hubungan Antara Konformitas dan Fear of Missing Out (Fomo) pada Perempuan Pengguna Vape
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10064Abstract
Penggunaan rokok elektrik (vape) semakin populer di kalangan perempuan, khususnya generasi Z. Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup, tetapi juga tekanan sosial dan rasa takut tertinggal tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Konformitas menjadi salah satu faktor yang mendorong individu untuk mengikuti perilaku kelompok agar mendapatkan penerimaan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan FOMO pada perempuan pengguna vape. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 120 perempuan generasi Z pengguna vape yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala konformitas dan skala FOMO yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas dan FOMO dengan nilai r=0,727 dan p=0,001 (p<0,05). Hal ini berarti semakin tinggi konformitas seseorang, semakin tinggi pula tingkat FOMO yang dialami. Temuan ini menegaskan bahwa faktor konformitas berperan penting dalam mendorong penggunaan vape pada perempuan generasi Z.







