Pengembangan Modul Ajar Materi Fungi Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10173Abstract
Fakta yang ditemukan di lapangan bahwa modul ajar guru yang masih konvensional, belum ada kegiatan praktikum, serta rendahnya hasil belajar berkisar 50-60 di bawah kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Sehingga, perlu adanya modul ajar yang berbasis model pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar berbasis Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) peserta didik pada materi fungi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang melalui tahapan define, design, develop, dan disseminate. Teknik analisis data menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memiliki kevalidan yang tinggi (92,07%) dan kepraktisan yang baik (89,28% oleh guru dan 82,26% oleh peserta didik). Modul ajar ini efektif dalam meningkatkan KPS peserta didik, dengan perbedaan signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen. Hasil observasi KPS kelas kontrol menunjukkan skor rata-rata 6 (30%, kriteria sangat kurang), sedangkan kelas eksperimen mendapatkan skor 18 (90%, kriteria sangat baik). Kesimpulannya, modul ajar berbasis PjBL mampu meningkatkan KPS peserta didik pada materi fungi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar berbasis PjBL dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dan pengembang kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.







