Hubugan Antara Emotional Intelligence dengan Self-Efficacy pada Guru Pengajar Inklusi
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10219Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional (emotional intelligence) dengan efikasi diri (self-efficacy) pada guru pengajar inklusi di SMA Negeri Dlingo. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya peran guru dalam mengelola emosi serta keyakinan diri saat menghadapi dinamika pembelajaran di kelas inklusi yang menuntut fleksibilitas, empati, dan kemampuan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Sampel penelitian terdiri dari 30 guru yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa skala kecerdasan emosional dan skala self-efficacy yang disusun berdasarkan teori Mayer dkk. (2001) dan Bandura (1997). Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,907 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara kecerdasan emosional dan self-efficacy. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki guru, semakin tinggi pula efikasi dirinya dalam mengajar di lingkungan inklusi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan kompetensi emosional guru dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan keyakinan diri dan efektivitas pengajaran di sekolah inklusi.







