Analisis Kebutuhan Penerapan Perencanaan Pembelajaran Mendalam Model PBL dan Asesmen Quizizz terhadap Keterampilan Berpikir Kritis
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10296Abstract
Pembelajaran abad ke-21 menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta literasi digital, sehingga model Problem-Based Learning dan asesmen digital seperti Quizizz menjadi pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan dan kebutuhan implementasi PBL, asesmen Quizizz, serta perencanaan pembelajaran mendalam pada tiga SMP Negeri di Prabumulih yaitu SMPN 10, 11, dan 12 Prabumulih. Menggunakan metode analisis kebutuhan, data dikumpulkan melalui angket terstandar yang mengukur lima variabel utama, yaitu: Kesiapan Guru, Kesiapan Murid, Ketersediaan Sarana, Kebutuhan PBL, dan Kebutuhan Quizizz. Data dianalisis secara kuantitatif dengan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas kesiapan antar sekolah, dengan kesenjangan paling signifikan terlihat pada SMPN 11, di mana kesiapan guru berada pada kategori rendah 55% sementara kebutuhan akan penerapan PBL sangat tinggi 72%. Selain itu, peserta didik menilai topik Ekologi dan Keanekaragaman Hayati sebagai materi yang sulit, sehingga memerlukan desain perencanaan pembelajaran mendalam yang sistematis, berorientasi pada konteks nyata, dan mendukung keterampilan berpikir tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi PBL dan asesmen digital berbasis Quizizz sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta keterampilan berpikir kritis murid. Tujuan penelitian lanjutan adalah untuk menguji efektivitas perangkat pembelajaran berbasis PBL dan asesmen digital Quizizz terhadap keterampilan berpikir kritis, serta menganalisis interaksi antara model pembelajaran PBL dengan Konvensional dan jenis asesmen Quizizz dengan Tertulis terhadap kedua variabel terikat tersebut dalam konteks perencanaan pembelajaran mendalam.







