Pengaruh antara Pengampunan dan Penerimaan Diri terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua di Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10523Abstract
Perceraian orang tua meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi anak, khususnya pada masa dewasa awal yang sarat transisi dan tantangan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan memaafkan dan penerimaan diri terhadap kesejahteraan subjektif pada dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional serta teknik pengambilan sampel secara purposif, yang melibatkan 384 responden berusia 18 sampai 25 tahun. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini meliputi skala pemaafan, penerimaan diri, dan kesejahteraan subyektif yang sudah teruji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dan korelasi Pearson melalui bantuan software JASP. Temuan temuan dari penelitian ini dapat memberikan wawasan empiris tentang signifikansi faktor internal seperti pemaafan dan penerimaan diri dalam menunjang kesejahteraan individu subyektif yang mempengaruhi perceraian orang tua. Temuan ini diharapkan menjadi dasar intervensi psikologis berbasis penguatan kendali diri.







