Analisis Pelaksanaan Kantin Kejujuran dalam Penanaman Karakter Kejujuran Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10542Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan kantin kejujuran dan menelaah faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kantin kejujuran di SDN Ngampel 2 belum mencapai efektivitas yang diharapkan. Sebagian siswa masih menunjukkan perilaku tidak jujur, seperti tidak membayar sesuai harga atau mengambil barang tanpa izin. Faktornya adalah kurangnya internalisasi nilai kejujuran, belum konsistennya keteladanan guru, lemahnya kolaborasi antara pihak sekolah dan keluarga, serta tidak adanya mekanisme evaluasi dan tindak lanjut yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan program. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter, dimana program kantin kejujuran perlu keteladanan guru, pembiasaan jujur dalam kegiatan belajar, serta dukungan aktif dari orang tua. Sekolah perlu mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi yang sistematis agar nilai kejujuran tidak sekadar menjadi slogan, melainkan budaya tertanam dalam perilaku. Dengan kantin kejujuran berpotensi menjadi wahana pembelajaran karakter yang reflektif, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.







