Representasi Artificial Partnership dalam Film Korea Wonderland 2024
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10575Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi cara manusia membangun relasi emosional, termasuk munculnya fenomena artificial partnership antara manusia dan AI. Film Wonderland merepresentasikan bentuk hubungan tersebut melalui interaksi yang dapat menciptakan AI seolah memiliki empati dan kehadiran emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana artificial partnership direpresentasikan dalam film Wonderland dengan menggunakan metode analisis semiotika John Fiske. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa pengamatan terhadap adegan, dialog, serta unsur visual dan audio dalam film. Analisis dilakukan melalui tiga level makna menurut John Fiske, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, hubungan manusia dengan AI direpresentasikan melalui tanda-tanda sosial seperti ekspresi, gestur, dan percakapan yang menampilkan emosional. Pada level representasi, teknik sinematik seperti sudut kamera, ukuran frame, pencahayaan digunakan untuk membangun ilusi kehadiran dan kedekatan antara manusia dan AI. Sementara itu, pada level ideologi, film Wonderland merefleksikan ideologi posthumanisme yang menormalisasi relasi manusia dengan mesin.







