Hubungan Pola Asuh Demokratis dan Self Compassion dengan Resiliensi Remaja Korban Bullying

Authors

  • Alfi Inayatul Ulya Universitas Muria Kudus, Indonesia
  • Fajar Kawuryan Universitas Muria Kudus, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pola asuh demokratis (authoritative parenting) dan self-compassion dengan resiliensi pada remaja korban bullying. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi secara positif dan bangkit dari pengalaman negatif, termasuk perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 75remaja berusia 15–21 tahun yang merupakan korban bullying, dipilih menggunakan teknik tryout terpakai. Data dikumpulkan menggunakan skala pola asuh demokratis, skala self compassion dan skala resiliensi. yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dan self-compassion dengan resiliensi pada remaja korban bullying. Selain itu, pola asuh demokratis memiliki hubungan positif dengan resiliensi, demikian pula self-compassion menunjukkan hubungan positif dengan resiliensi.

Published

2026-02-03

How to Cite

Ulya, A. I., & Kawuryan, F. . (2026). Hubungan Pola Asuh Demokratis dan Self Compassion dengan Resiliensi Remaja Korban Bullying. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(2), 1892-1900. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10620