Profil Penggunaan Platform Pembelajaran Digital oleh Guru IPA SMP dan Dampaknya pada Pembelajaran Berdiferensiasi
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10629Abstract
Transformasi pembelajaran pada jenjang SMP mendorong guru IPA memanfaatkan platform pembelajaran digital untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, penggunaan platform digital idealnya selaras dengan penguatan asesmen formatif, refleksi pembelajaran, serta pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menyintesis profil penggunaan platform pembelajaran digital oleh guru IPA SMP dan menganalisis implikasinya terhadap pembelajaran berdiferensiasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan systematic literature review berskala terbatas terhadap sejumlah dokumen (artikel ilmiah, laporan, dan buku ajar) yang dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan platform oleh guru cenderung pragmatis, dengan dominasi platform komunikasi dan pemanfaatan LMS/alat asesmen yang masih beragam tingkat optimalisasinya. Platform Merdeka Mengajar (PMM) muncul sebagai pengungkit pengembangan kompetensi guru melalui perangkat ajar dan pelatihan mandiri, namun dampaknya sangat dipengaruhi literasi digital, pelatihan, dukungan sekolah, serta ketersediaan perangkat dan akses internet. Integrasi platform terhadap diferensiasi lebih kuat ketika guru memanfaatkan fitur untuk pemetaan kebutuhan belajar, variasi materi dan tugas, serta umpan balik terstruktur, perbedaan kualitas integrasi dapat dijelaskan melalui kerangka TPACK. Kajian juga menegaskan peluang AI/GenAI untuk mendukung diferensiasi, namun perlu tata kelola dan etika penggunaan yang jelas.







