Pelanggran Maksim Kualitas dalam Video Tiktok Berbahasa Jawa @agilnofian

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aspek dan peran pelanggaran maksim kualitas dalam tuturan yanhg ada dalam  video TikTok berbahasa Jawa pada akun @agilnofian. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang berasal dari video beberapa bulan terakhir yang mengangkat tema hubungan romantis, konflik pasangan, dan dinamika keluarga. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik pengamatan dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan teori prinsip kerja sama Grice, khususnya maksim kualitas yang mengharuskan penutur untuk menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara faktual. Hasil studi menunjukkan bahwa seluruh ucapan yang dianalisis mengandung pelanggaran maksim kualitas yang dilakukan dengan sengaja. Pelanggaran tersebut terwujud melalui penerapan hiperbola, pernyataan absolut, klaim masa depan, asumsi tanpa bukti, serta ironi dan sarkasme. Ucapan-ucapan tersebut secara faktual tidak dapat diverifikasi kebenarannya dan tidak dimaksudkan sebagai laporan realitas, melainkan sebagai strategi pragmatik. Pelanggaran maksim kualitas menghasilkan implikatur berupa kesungguhan, komitmen, pembelaan diri, kritik, humor, serta pelampiasan emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks media sosial, pelanggaran maksim kualitas memiliki peranan penting dalam menciptakan daya tarik komunikasi, dramatik konflik, dan penyampaian makna tersirat dalam pengucapan berbahasa Jawa.

Published

2026-02-12

How to Cite

Pelanggran Maksim Kualitas dalam Video Tiktok Berbahasa Jawa @agilnofian. (2026). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(2), 2256-2264. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10716