Peran Budaya Sekolah dalam Pembentukan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Aswaja pada Siswa SDUT
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10738Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran budaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di SDUT Walisongo. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter, terutama dalam merespon fenomena degradasi moral di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam proses, makna, dan praktik internalisasi karakter dalam konteks alami sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif sebagai sumber data utama, yang didukung oleh wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di SDUT Walisongo diterapkan secara sistematis melalui kegiatan harian, mingguan, dua mingguan, dan incidental, seperti mushofahah, sholat berjamaah, tadarus Al-quran, infaq, kegiatan social, serta tradisi keagamaan. Praktik budaya sekolah tersebut terbukti efektif dalam menginternalisasikan nilai-nila aswaja, yaitu tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan ta’addul (adil). Budaya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas, tetapi juga system nilai yang terintegrasi dalam membentuk karakter religious, sosial, dan moral peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian Pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan serta kontribusi praktis bagi pengembangan budaya sekolah berbasis Aswaja pada jenjang sekolah dasar.







