Peningkatan Kemampuan Melakukan Gerakan Sholat Dhuha melalui Media Audio Visual Pada Anak Usia 4-5 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10788Abstract
Kemampuan melakukan gerakan salat pada anak usia dini merupakan bagian dari perkembangan nilai agama dan moral yang ditunjukkan melalui pengalaman nyata, pengamatan, serta pengulangan. Hasil observasi awal di TKM NU 8 Darussalam Sitirejo Wagir menjabarkan jika kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam melakukan gerakan salat dhuha masih rendah. Anak tampak kesulitan menirukan dan mengurutkan gerakan secara runtut, mudah kehilangan fokus, serta kurang antusias ketika pembelajaran hanya disampaikan secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam melakukan gerakan salat dhuha melalui penggunaan media audio visual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang diterapkan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ialah 15 anak Kelompok A1 TKM NU 8 Darussalam yang terdiri atas 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi berindikator kemampuan menirukan gerakan dan urutan salat dhuha. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan anak secara bertahap, dari rerata pra-siklus sebesar 26,6%, meningkat pada Siklus I hingga 40%, dan mencapai 80% pada akhir Siklus II. Dengan demikian, penggunaan media audio visual terbukti mampu meningkatkan kemampuan melakukan gerakan salat dhuha pada anak usia 4–5 tahun.







