Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di Tengah Perubahan Sosial Remaja
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.10888Abstract
Akselerasi transformasi digital dan dinamika perubahan sosial remaja berkontribusi terhadap degradasi karakter religius peserta didik, yang menuntut keterlibatan aktif pendidik Pendidikan Agama Islam dalam penguatan nilai-nilai keagamaan. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi pendidik PAI dalam membina karakter religius siswa menghadapi dinamika perubahan sosial di SMP NU Palangka Raya. Metodologi penelitian mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, presentasi data, serta formulasi kesimpulan yang didukung triangulasi sumber dan teknik. Temuan mengindikasikan bahwa pendidik PAI memainkan peran strategis melalui keteladanan autentik, habituasi aktivitas religius, bimbingan individual, dan penguatan kultur sekolah bernuansa Islami. Praktik habituasi seperti salat dhuha, salat zuhur berjamaah, tadarus Al-Qur'an, serta implementasi budaya salam, senyum, dan sapa terbukti efektif dalam mengkonstruksi sikap religius siswa. Faktor pendukung mencakup kompetensi pendidik PAI, kolaborasi dengan wali kelas dan institusi sekolah, serta lingkungan religius yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi penetrasi media sosial, dukungan keluarga yang terbatas, tekanan kelompok sebaya, dan keterbatasan alokasi waktu pembelajaran PAI. Penelitian menyimpulkan bahwa pembinaan karakter religius siswa berlangsung efektif melalui sinergi keteladanan pendidik, habituasi religius konsisten, dan kultur sekolah yang mendukung, meskipun memerlukan strategi adaptif menghadapi tantangan era digital.







