Hubungan Keterampilan Proses Sains dan Rasa Ingin Tahu Siswa Kelas IV SD Gugus Diponegoro
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.10961Abstract
Pendidikan dasar menjadi tahap penting dalam pembentukan pola pikir dan sikap belajar siswa. Proses belajar pada jenjang sekolah dasar perlu memberi ruang keterlibatan aktif agar siswa tidak hanya menerima informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan keterampilan proses sains dan rasa ingin tahu siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV gugus Diponegoro dengan sampel penelitian sebanyak 101 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas teknik tes dan non-tes. Teknik tes digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains siswa, sedangkan teknik non-tes berupa angket digunakan untuk mengukur tingkat rasa ingin tahu siswa. Adapun teknik analisis data yaitu uji Uji Korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa tingkat hubungan antara kedua variabel berada pada kategori cukup. Dengan demikian, semakin baik keterampilan proses sains yang dimiliki siswa, maka cenderung diikuti oleh meningkatnya rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran IPA.







