Penerapan Motif Tenun UIS Nipes Menggunakan Teknik Bordir pada Busana Ready To Wear
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.10990Abstract
Tenun UIS Nipes dari Suku Karo di Sumatera Utara merupakan salah satu warisan budaya yang sarat makna filosofis dan nilai estetika. Namun, penggunaannya masih terbatas dan kurang dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini disebabkan oleh proses produksi kain tenun yang memerlukan waktu lama dan biaya tinggi, sehingga tidak semua kalangan dapat mengaksesnya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang memungkinkan pelestarian motif tradisional melalui pendekatan yang lebih modern dan prkatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan motif tenun Uis Nipes menggunakan teknik bordir sebagai alternatif pengganti proses tenun pada busana ready to wear. Teknik bordir dipilih karena memiliki fleksibilitas tinggi, waktu produksi yang relatif cepat, serta mampu diterapkan pada berbagai jenis kain. Berdasarkan hasil observasi di Kabanjahe, Kabupaten Karo, ditemukan bahwa motif tenun UIS Karo memiliki potensi visual yang tinggi dengan karakteristik motif geometris berulang, warna dominan merah dan emas, serta tekstur timbul yang khas. Namun, motif ini belum banyak diangkat sebagai elemen dekoratif pada busana siap pakai. Melalui pendekatan teknik bordirmotif Uis Nipes dapat diadaptasi ke dalam desain busana yang modern, praktis, dan tetap mempertahankan nilai budaya. Selain menjadi bentuk pelestarian budaya lokal, strategi ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan UMKM di daerah Karo, khususnya di sektor fashion. Dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern, karya ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara warisan budaya dan tren mode masa kini.







