Produktivitas Karyawan dan Permodalan terhadap Non-Performing Loan serta Dampaknya pada Profitabilitas Bank Perkreditan Rakyat
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.10994Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produktivitas karyawan dan permodalan terhadap Non-Performing Loan (NPL) serta dampaknya terhadap profitabilitas Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Objek penelitian adalah BPR Sukma Kemang Agung dengan menggunakan data laporan keuangan dan operasional periode 2020–2024. Produktivitas karyawan diukur melalui rasio kredit per karyawan, laba per karyawan, dan jumlah nasabah per karyawan, sedangkan permodalan diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan modal inti. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan analisis jalur (path analysis) dengan NPL sebagai variabel mediasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPL, yang mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas belum sepenuhnya diikuti oleh kualitas pengelolaan risiko kredit yang optimal. Sementara itu, permodalan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPL, menandakan bahwa struktur modal yang kuat mampu menekan tingkat kredit bermasalah. Selanjutnya, NPL terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank, sehingga peningkatan kredit bermasalah menjadi faktor utama yang menekan laba perusahaan. Produktivitas karyawan dan permodalan juga berpengaruh langsung terhadap profitabilitas, namun pengaruh tersebut menjadi lebih efektif apabila disertai dengan pengendalian NPL yang baik. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa NPL memediasi hubungan antara produktivitas karyawan dan permodalan terhadap profitabilitas.Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan profitabilitas BPR sangat ditentukan oleh keseimbangan antara produktivitas sumber daya manusia, kekuatan permodalan, dan efektivitas manajemen risiko kredit. Oleh karena itu, penguatan kualitas SDM dan pengelolaan risiko kredit menjadi strategi penting dalam meningkatkan kinerja keuangan BPR.







