Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Resiliensi Akademik Mahasiwa Rantau yang Tinggal dengan Kerabat
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11008Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan resiliensi akademik pada mahasiswa rantau yang tinggal bersama kerabat. Mahasiswa rantau yang tinggal dengan kerabat sering menghadapi tantangan adaptasi yang berbeda dibandingkan mereka yang tinggal di kos atau asrama. Di satu sisi, tinggal bersama kerabat dapat memberikan dukungan sosial dan rasa aman; namun di sisi lain, perbedaan nilai, aturan rumah tangga, serta keterbatasan otonomi pribadi dapat menimbulkan tekanan psikologis. Tekanan ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa, yang berperan penting dalam membentuk kemampuan mereka bertahan mengh adapi tekanan akademik atau resiliensi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 100 mahasiswa rantau yang tinggal bersama kerabat. Instrumen yang digunakan adalah Psychological Well-Being Scale (Ryff & Keyes, 2005) untuk mengukur kesejahteraan psikologis, dan Academic Resilience Scale (ARS-30) (Cassidy, 2016) untuk mengukur resiliensi akademik. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kesejahteraan psikologis dan resiliensi akademik (r = 0,692; p = 0,000). Artinya, mahasiswa rantau yang memiliki kesejahteraan psikologis tinggi lebih mampu beradaptasi terhadap aturan dan dinamika sosial di lingkungan kerabat, mengelola stres, serta tetap tangguh dalam menghadapi tekanan akademik.







