Dari Kedatuan Ke Cumbava Rekonstruksi Historiografis Sumbawa
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11066Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika sejarah dan transformasi kekuasaan di Pulau Sumbawa dari masa prasejarah hingga terbentuknya kesultanan. Fokus utama adalah menempatkan Sumbawa sebagai aktor historis aktif dalam jaringan maritim Nusantara, bukan sekadar objek kronologi. Penelitian bertujuan menganalisis perubahan struktur kekuasaan yang dipicu oleh interaksi internal maupun eksternal. Menggunakan metode sejarah kualitatif-deskriptif yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Analisis diperkuat dengan teori mandala kekuasaan, sejarah struktural, dan sirkuit kekuasaan guna menghindari bias Jawa-sentris maupun kolonial-sentris. Sumber data mencakup temuan arkeologis, tradisi lisan, naskah Nagarakretagama, serta manuskrip lokal. Fondasi politik Sumbawa berawal dari kepemimpinan ritual-genealogis prasejarah yang berkembang seiring integrasi perdagangan Asia Timur. Eksistensi politik Sumbawa diakui dalam sistem mandala Majapahit. Selanjutnya, transformasi dari bentuk kedatuan menjadi kesultanan berlangsung secara gradual melalui proses islamisasi dan pengaruh regional Gowa–Tallo, dengan tetap mempertahankan struktur adat lokal sebagai identitas inti. Sejarah politik Sumbawa merupakan proses adaptif yang membentuk sirkuit kekuasaan khas Nusantara Timur. Melalui pendekatan historiografi kritis, kajian ini memberikan narasi sejarah Indonesia yang lebih inklusif dan desentralistik.







