Analisis Nilai Religius Tradisi Endhog-endhogan dalam Perspektif PAI
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11099Abstract
Tradisi Endhog-endhogan merupakan warisan budaya masyarakat Banyuwangi yang sarat dengan nilai-nilai religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi Endhog-endhogan serta menganalisis relevansinya dengan materi Akidah Akhlak pada buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) tingkat SMA/SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan dzurriyah Kyai Faqih Cemoro selaku inisiator tradisi, observasi, serta analisis isi terhadap buku teks PAI-BP kelas X, XI, dan XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Endhog-endhogan mengandung nilai-nilai religius yang terepresentasi melalui simbol telur yang terdiri dari tiga unsur: kulit telur melambangkan Islam (fikih), putih telur melambangkan iman (tauhid), dan kuning telur melambangkan ihsan (tazkiyatun nufus). Ketiga unsur ini selaras dengan hadis Malaikat Jibril tentang Islam, iman, dan ihsan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang signifikan dengan materi Akidah Akhlak dalam buku teks PAI-BP, mencakup aspek ketauhidan pada kelas X, kesatuan Islam-iman-ihsan dalam membentuk insan kamil pada kelas XII, nilai dakwah bil-hikmah pada kelas XI, serta nilai akhlak sosial berupa gotong royong dan kebersamaan yang sejalan dengan ajaran Islam tentang persatuan dan musyawarah. Dengan demikian, tradisi Endhog-endhogan tidak hanya bernilai sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar kontekstual yang memperkaya pemahaman peserta didik terhadap materi akidah akhlak.







