Pengembangan Program Pembelajaran tentang Membaca Permulaan untuk Anak Tunarungu
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11149Abstract
Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi penting dalam perkembangan literasi peserta didik di sekolah dasar. Anak tunarungu mengalami keterbatasan dalam menerima informasi melalui indera pendengaran sehingga proses pemerolehan bahasa menjadi lebih lambat dibandingkan anak dengar. Kondisi tersebut berdampak pada kesulitan dalam memahami simbol bahasa tulis serta menghambat perkembangan kemampuan membaca. Hasil studi awal di SLB Langit Galuh Majalengka menunjukkan bahwa pembelajaran membaca permulaan telah dilaksanakan oleh guru, namun belum disusun dalam program pembelajaran yang sistematis dan terdokumentasi secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pembelajaran membaca permulaan bagi anak tunarungu kelas I SDLB yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain pengembangan program. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa tunarungu kelas I dan satu guru kelas di SLB Langit Galuh Majalengka. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), serta validasi ahli. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa meningkat secara bertahap melalui penggunaan media visual, gambar konkret, dan Bahasa Isyarat. Program pembelajaran yang dikembangkan dinilai layak dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran membaca permulaan bagi anak tunarungu. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran yang sistematis dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran secara lebih terarah serta meningkatkan kemampuan literasi awal siswa tunarungu.







