Peer Social Support dan Academic Resilience sebagai Prediktor Student Subjective Well-Being pada Siswa SMK Muhammadiyah
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11158Abstract
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tuntutan yang berbeda dibandingkan siswa sekolah umum, karena mereka harus menyeimbangkan pembelajaran akademik dengan praktik kejuruan serta persiapan memasuki dunia kerja. Kondisi ini sering kali menimbulkan tekanan yang dapat memengaruhi kesejahteraan siswa, khususnya student subjective well-being (SSWB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran peer social support dan academic resilience terhadap student subjective well-being pada siswa SMK Muhammadiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 375 siswa dengan teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Probability Sampling dengan jenis proporsional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Student Subjective Well-Being Questionnaire (SSWQ), Peer Support Questionnaire (PSQ), dan Academic Resilience Scale (ARS) yang dimodifikasi sesuai karakteristik subjek serta telah melalui proses expert judgment. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan Jamovi versi 2.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer social support dan academic resilience berpengaruh positif dan signifikan terhadap student subjective well-being. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 49,3% terhadap student subjective well-being. Temuan ini menegaskan bahwa peer social support serta kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan akademik berperan penting dalam meningkatkan student subjective well-being.







