Resiliensi Single Parnts dalam Mengatasi Stigma Sosial di Masyarakat Pedesaan
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11159Abstract
Fenomena single parents menjadi salah satu isu sosial yang mendapat perhatian dalam kajian ilmu sosial karena berkaitan dengan perubahan struktur keluarga di masyarakat. Individu yang menjalani peran tersebut memikul tanggung jawab ganda untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus mengasuh anak setelah perceraian atau kematian pasangan. Kondisi kehidupan di masyarakat pedesaan memperlihatkan adanya norma kolektif dan pengawasan sosial yang kuat sehingga memunculkan stigma terhadap status keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stigma sosial yang dihadapi single parents, faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi, serta strategi yang digunakan untuk membangun resiliensi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Analisis data menggunakan analisis tematik melalui proses transkripsi, pengelompokan, dan penafsiran data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial muncul dalam bentuk gosip, asumsi moral, dan penilaian negatif terhadap status keluarga. Resiliensi terbentuk melalui faktor internal dan eksternal serta strategi adaptif untuk mempertahankan stabilitas sosial dan psikologis.







