Kendala dan Tantangan Museum Batik TMII dalam Pelestarian Budaya di Era Digital

Authors

  • Roozana Maria Ritonga Universitas Bunda Mulia, Indonesia
  • Regina Purnama Jayanti Halim Universitas Bunda Mulia, Indonesia
  • Naressha Marline Subronto Universitas Bunda Mulia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11173

Abstract

Museum Batik Indonesia yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, memiliki peran penting dalam pelestarian dan edukasi budaya batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Namun, seiring berkembangnya era digital, museum menghadapi berbagai kendala dan tantangan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Transformasi digital menuntut museum untuk beradaptasi dalam penyajian informasi, pengelolaan koleksi, serta keterlibatan pengunjung yang kini lebih aktif di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi Museum Batik Indonesia TMII dalam pelestarian budaya batik, menganalisis tantangan era digital terhadap peran museum, serta merumuskan strategi adaptif yang dapat diterapkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum Batik Indonesia TMII menghadapi keterbatasan internal dan tekanan adaptasi eksternal di era digital. Namun, melalui inovasi program dan pemanfaatan teknologi, museum berupaya mempertahankan relevansi dan perannya dalam pelestarian serta edukasi budaya batik.

Published

2026-04-03

How to Cite

Ritonga, R. M., Halim, R. P. J. ., & Subronto, N. M. . (2026). Kendala dan Tantangan Museum Batik TMII dalam Pelestarian Budaya di Era Digital. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(4), 4133-4138. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11173