Analisis Pengamanan Markas Komando Korps Marinir dalam Menghadapi Ancaman Sabotase dan Spionase di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i4.11257Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa tantangan baru bagi keamanan nasional Indonesia, terutama dalam bentuk ancaman sabotase dan spionase digital yang menargetkan instalasi strategis militer. Markas Komando Korps Marinir sebagai pusat pengambilan keputusan operasional menjadi salah satu titik kritis yang rentan terhadap gangguan digital maupun fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengamanan Markas Komando Korps Marinir dalam menghadapi ancaman tersebut, menilai efektivitas prosedur pengamanan, serta mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat dimanfaatkan pihak eksternal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, memadukan wawancara dengan pejabat pengamanan, observasi langsung kondisi markas, dan studi dokumen resmi. Analisis dilakukan menggunakan kerangka strategi keamanan dan metode SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi sistem pengamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamanan Markas Komando telah menerapkan sistem berlapis yang mencakup pengamanan personel, pengamanan fisik, prosedur dan kebijakan, serta pengamanan digital, yang efektif untuk menghadapi ancaman fisik. Namun, integrasi antara pengamanan fisik dan digital masih perlu diperkuat, kapasitas personel dalam mengoperasikan sistem digital terbatas, dan integrasi teknologi lama dan baru belum optimal, sehingga membuka celah keamanan potensial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan integrasi sistem, pelatihan siber berkelanjutan, pembaruan teknologi, dan penyesuaian SOP berbasis risiko digital untuk menjamin efektivitas pengamanan yang adaptif dan berkelanjutan.







