Pengaruh Alokasi Anggaran dan Efektivitas Belanja Binpotmar terhadap Ketahanan Food–Energy–Water Scarcity
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11383Abstract
Penelitian ini menganalisis pengaruh alokasi anggaran dan efektivitas belanja Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) terhadap ketahanan Food–Energy–Water (FEW) scarcity di wilayah Kodaeral III. Mengingat kompleksitas ancaman nonmiliter yang multidimensi, pendekatan pengelolaan anggaran publik menjadi krusial dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir dan maritim Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dari 67 responden yang merupakan personel terlibat langsung dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program Binpotmar. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa alokasi anggaran tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ketahanan FEW, sedangkan efektivitas belanja Binpotmar berpengaruh signifikan dan dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi kuat dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,870. Temuan ini mengindikasikan bahwa besaran anggaran bukan penentu utama ketahanan sumber daya strategis, melainkan kualitas pengelolaan, ketepatan sasaran, dan efisiensi pelaksanaan program. Penelitian ini merekomendasikan penerapan anggaran berbasis kinerja, penguatan sistem monitoring dan evaluasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mengoptimalkan dampak kebijakan pertahanan maritim.







