Penerapan Penelusuran Banjir (Flood Routing) untuk Sistem Peringatan Dini Banjir Sungai Benanain
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11480Abstract
Banjir merupakan suatu peristiwa hidrologi yang kadang sulit diprediksi kejadiannya dan sering mendatangkan kerugian. Sungai Temef adalah bagian dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Noel Benanain. Karakteristik Memiliki panjang sungai utama sekitar 45,35 km dari hulu di Gunung Mutis hingga area genangan bendungan. Sungai Temef mempunyai konstribusi yang cukup besar dalam deteksi kejadian banjir pada sungai Benanain. . Sungai ini dibendung oleh Bendungan Temef untuk mengendalikan banjir, menyediakan air baku, dan irigasi di wilayah Timor Tengah Selatan dan Malaka. Metode penelusuran banjir (metode muskingum) telah banyak digunakan oleh ahli-ahli hidrologi untuk melakukan pengendalian banjir. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Muskingum, diketahui bahwa nilai- nilai konstanta dan koefisien yang digunakan dalam perhitungan penelusuran banjir di Sungai Temef (DAS Benanain) pada ruas Temef_1 hingga Temef_2i adalah sebagai berikut : X = 0,395; K = 3,264 jam; C0 = -0,26531; C1 = 0,53520 dan C2= 0,73012. Perjalanan puncak gelombang banjir dari Temef_1 sampai Temef_2i dengan jarak 30 km berlangsung sekitar 3,264 jam.







