Membangun Personal Branding Promotor Olahraga di Era Digital: Analisis Isi Konten Media Sosial @celloszxz pada Industri Sportainment
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11502Abstract
Kebangkitan industri tinju (sportainment) di era digital menuntut pendekatan promosi baru. Penelitian ini berfokus pada Yoshua Marcellos, promotor Byon Combat, yang memanfaatkan Instagram untuk membangun identitas profesionalnya. Terdapat celah penelitian mengenai personal branding promotor olahraga tinju dan kickboxer menggunakan sembilan parameter dari teori Ashutosh Garg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi virtual pada 25 konten Reels di akun Instagram @celloszxz (Juni-Agustus 2025). Pengolahan data menggunakan Analisis Isi Kualitatif Klaus Krippendorff yang dikorelasikan dengan teori Ashutosh Garg. Hasil penelitian menunjukkan Yoshua Marcellos berhasil mendekonstruksi hasil dari kepemimpinan konvensional. Narasi strategisnya digerakkan oleh empat pilar utama: Be Connected, Be Energetic, Be Different, dan Be Consistent. Selain itu, penulis juga menemukan temuan baru berupa 4 konsep yang menghubungkan kesembilan konsep dari Ashutosh Garg yakni Authenticitu, Optimistic, Collaborate, dan Committed. Ia menggunakan komedi untuk manajemen krisis, mengubah stigma menjadi kekuatan, dan mendirikan lembaga Uni-Combat Council (UCC) demi kredibilitas. Kesimpulannya, Instagram diinstrumentalisasi tidak hanya sebagai medium pasif, melainkan ruang ekologi aktif untuk mentransformasi atensi publik menjadi kapital ekonomi dan reputasi industri.







