Asesmen Sebagai Pedoman Pengembangan Sistem Komunikasi Alternatif dan Augmentatif Mi-Says Bagi Anak dengan Complex Communication Need
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2409Abstract
Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bagaimana hasil asesmen peserta didik dengan Complex Coummunication Need (CCN) yang mana hasil asesmen tersebut akan dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam pengembangan sistem Komunikasi Alternatif dan Augmentatif (KAA). Penelitian ini dilakukan di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan metode deskriptif kuantatif untuk menggali informasi secara menyeluruh. Teknik penelitian yang digunakan adalah asesmen dengan cara observasi serta wawancara yang dilakukan untuk melihat dan mengamati kemampuan, kelemahan, dan kebutuhan peserta didik pada aspek perkembangan kognitif, bahasa, motorik, dan komunikasi sosial. Hasil dari asesmen menunjukkan peserta didik memperoleh persentase 75% pada aspek kognitif yang artinya perkembangan kurang optimal, 10,5% pada aspek bahasa yang artinya perkembangan belum optimal, 90% pada aspek motorik yang artinya perkembangan optimal, dan 5% pada aspek komunikasi sosial yang artinya perkembangan belum optimal. Persentase tersebut membuktikan bahwa peserta didik mengalami hambatan dalam aspek bahasa dan komunikasi sosial, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik membutuhkan sistem Komunikasi Alternatif dan Augmentatif (KAA) untuk mengakomodasi peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya sebagai makhluk sosial. Dengan demikian, hasil asesmen merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai pedoman pengembangan sistem Komunikasi Alternatif dan Augmentatif (KAA) bagi peserta didik dengan Complex Communication Need (CCN).