Mantra Batalah Sebagai Tradisi Lisan pada Masyarakat Suku Dayak di Kabupaten Landak Kalimantan Barat (Perspektif Kajian Antropolinguistik)

Authors

  • Suparman Suparman IKIP Budi Utomo Malang, Indonesia
  • Harun Ahmad IKIP Budi Utomo Malang, Indonesia
  • Yunita Anas Sriwulandari IKIP Budi Utomo Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v4i4.264

Keywords:

Bentuk Performansi, Ritual Batala, Antropolinguistik

Abstract

Upacara ritual Batalah (upacara pemberian nama bayi) memiliki bentuk performansi, makna, fungsi, nilai, dan norma yang sangat menarik jika dikaji dalam perspektif antropolinguistik. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk performansi, makna, fungsi, nilai, dan norma mantra Batalah pada masyarakat suku Dayak di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode analisis antropolinguistik. Langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis adalah dengan cara mengidentifikasi untuk menemukenalinya yang selanjutnya dianalisis dan disimpulkan. Setelah dianalisis dengan menggunakan pendekatan dan metode tersebut, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut. Pertama, mantra pada upacara adat Batalah merupakan upacara yang dilakukan untuk pemberian nama pada bayi yang telah lahir agar memiliki perlindungan dari Tuhan yang dalam bahasa Dayak Kanayantn disebut “Jubata”. Mantra Batalah berdimensi transcendent (di luar segala kesanggupan manusia) karena kehidupan di dunia nyata selalu berhubungan antara Tuhan dan manusia, manusia dan alam. Performansi mantra Batalah di Desa Pauh Kabupaten Landak Kalimantan Barat dalam prosesnya berbentuk pemanggilan dukun (orang pintar) dan sesajen. Kedua, makna yang terkandung dalam mantra Batalah adalah sebagai pemberian nama yang sah di mata Tuhan (Jubata) dan di mata Nenek Moyang, sebagai pemberian nama yang sah di kehidupan nyata manusia, dan sebagai nama pelindung. Fungsi mantra di antaranya sebagai alat pengesahan pranata dan kebudayaan, sebagai alat pemeliharaan norma-norma masyarakat dan sebagai alat pengobatan tradisional. Mantra Batalah bagi masyarakat Desa Pauh Kabupaten Landak Kalimantan Barat berfungsi sebagai alat komunikasi dengan Tuhan (Jubata), alat komunikasi dengan nenek moyang, bentuk perlindungan pada bayi, bentuk pemberian nama yang sah, menjaga rasa kekeluargaan, dan sebagai bentuk pelastarian adat dan budaya. Nilai mantra Batalah bagi masyarakat Desa Pauh Kabupaten Landak Kalimantan Barat dikategorikan menjadi dua, yaitu nilai religious dan nilai sosial. Norma dalam mantra Batalah merupakan aturan yang terdapat di setiap kata-kata mantra ketika dalam pembacaan mantra. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu penelitian terhadap mantra dalam upacara ritual Batalah dapat dikaji dari perspektif selain perspektif antropolinguistik, misalnya perspektif semiotik. Selain itu, untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam melakukan penelitian sastra khususnya sastra lama, ketepatan dalam memilih sumber data adalah sesuatu yang niscaya.

Published

2021-08-13

How to Cite

Suparman, S., Ahmad, H., & Sriwulandari, Y. A. (2021). Mantra Batalah Sebagai Tradisi Lisan pada Masyarakat Suku Dayak di Kabupaten Landak Kalimantan Barat (Perspektif Kajian Antropolinguistik). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(4), 221-227. https://doi.org/10.54371/jiip.v4i4.264