Upaya Meningkatkan Kemampuan Joint Attention dengan Media Boneka Tangan pada Anak Autis Kelas VIII di SLB Pelita Kasih
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2826Abstract
Autisme adalah gangguan perkembangan neurologis yang menyebabkan kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi pada anak-anak. Salah satu aspek kunci dari autisme adalah kurangnya kemampuan joint attention, yaitu kemampuan untuk fokus bersama pada objek atau peristiwa yang sama dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan joint attention pada anak-anak autis kelas VIII di SLB Pelita Kasih. Penelitian ini menggunakan metode single subject research (SSR) desain A-B-A. Seorang siswa laki-laki berusia 17 tahun, dengan diagnosis autisme, berpartisipasi sebagai subjek penelitian (DAW). Penelitian berlangsung dalam tiga tahap: Tahap A1 (baseline-1) mengobservasi kemampuan, Tahap B (intervensi) mengintervensi dengan boneka tangan, dan Tahap A2 (baseline 2) observasi perubahan kemampuan joint attention DAW setelah diberikan intervensi dengan media boneka tangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan joint attention setelah intervensi menggunkan media boneka tangan. Pada fase baseline-1, DAW memiliki kemampuan rata-rata 54%. Setelah di intervensi, kemampuan joint attention meningkat menjadi 70,17%, dan pada fase baseline dua terdapat penurunan, namun kemampuan tersebut tetap lebih baik daripada fase sebelum intervensi. Analisis antar fase juga menunjukkan adanya perubahan kecenderungan yang positif. Sehingga dapat disimpulkan, penggunaan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan joint attention pada anak autis seperti DAW. Hal ini menunjukkan adanya media boneka tangan berpotensi untuk dijadikan media alternatif dalam mengatasi kurangnya kemampuan joint attention yang dialami oleh anak-anak dengan gangguan spektrum autis.