Strategi Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi SDM Personel PT. PAL Guna Mewujudkan Kemandirian Industri Pertahanan
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3402Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga wilayahnya adalah laut. Luasnya wilayah yang dimiliki oleh Indonesia tersebut berdampak pada semakin besarnya potensi ancaman yang terjadi, oleh karenanya di butuhkan sistem pertahanan yang kuat yang mampu mengatasi segala macam potensi ancaman yang ada. Komitmen ini dituangkan dalam (Perpres) Tentang Pemenuhan Kebutuhan Alpahankam Kemhan dan TNI tahun 2020-2024. Sehingga dalam 25 tahun mendatang, pemerintah melalui kementerian pertahanan akan memenuhi dan melengkapi alutsista TNI termasuk TNI AL, dan dalam proses tersebut akan melibatkan peran serta industri pertahanan sesuai dengan bidang dan profesinya yang salah satunya adalah PT. PAL Indonesia. Guna mewujudkan visi dan misi pemerintah, PT. PAL sebagai salah satu industri pertahanan memerlukan sebuah strategi pengembangan SDM berbasis kompetensi. Hal ini dipandang sangat penting karena SDM memiliki pengaruh dan peran yang sangat kuat terhadap keberhasilan PT. PAL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan upaya yang perlu dilakukan oleh PT. PAL dalam mengembangkan kompetensi SDM yang ada baik pada tataran karyawan maupun manajerial. Hasil penelitian ini adalah bahwa dalam rencana pemenuhan alutsista matra laut, PT. PAL Indonesia (Persero) saat ini masih menghadapi permasalahan tentang ketersediaan SDM yang memiliki kualitas, profesionalitas yang belum selaras dengan teknologi alutsista baru, selain itu PT. PAL juga mengalami permasalahan minimnya personel. Dalam rangka memenuhi tuntutan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan, maka diperlukan penerapan strategi buy, build, borrow, bounce, dan bind pada tataran manajerial dan karyawan.