Digital Discourses Mengenai Fenomena Cancel Culture Saipul Jamil dalam Media Sosial TikTok

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3411

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang pesat, banyak memunculkan berbagai macam media baru yaitu media sosial. Beragam media sosial muncul dan banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas yang memudahkan masyarakat saling terhubung satu sama lain. Salah satu media baru yang muncul adalah TikTok. TikTok menjadi media sosial populer dengan menghadirkan video pendek untuk memberikan beragam informasi yang dibutuhkan. Salah satunya berupa informasi pemberitaan mengenai kasus yang terjadi pada Saipul Jamil yang ramai diperbicangkan tahun 2021 silam. Aksi glorifikasi secara menuai banyak kecaman, tidak hanya dari masyarakat umum tetapi sampai dengan tokoh publik seperti selebriti. Kecaman dari para masyarakat ini menimbulkan fenomena Cancel Culture atau pemboikotan, penolakan kehadiran Saipul Jamil muncul kembali ke dunia hiburan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan Discourses analysis yang menganalisis empat poin utama, seperti teks, konteks, tindakan&interaksi, dan kekuasaan&ideologi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan diskursus dari pemberitaan Saipul Jamil cenderung negatif sehingga tidak dapat diterima masyarakat, dan menemukan adanya kekuatan dari medida sosial Tik Tok yang menjadi perantara bagi para netizen untuk memberikan sanksi sosial terhadap Saipul Jamil.

Published

2023-12-02

How to Cite

Digital Discourses Mengenai Fenomena Cancel Culture Saipul Jamil dalam Media Sosial TikTok. (2023). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10272-10276. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3411