Standar Etika Berkomunikasi Generasi Milenial (Studi pada Remaja di Kabupaten Donggala)

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3422

Abstract

Generasi milenial sebagian menggunakan bahasa yang tidak santun, sebagian generasi milenial membaca dan menikmati pesan hoax, mereka memiliki sikap kritis namun tidak berdaya dalam melakukan verifikasi pesan media sosial . Hal ini bisa dilihat pada perubahan perilaku yang masuk dalam standar etika generasi milenial di Kabupaten Donggala. Selain menyebarkan berita bohong, mereka juga sering menggunakan kata-kata yang tidak sopan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui standar etika berkomunikasi generasi milenial di lingkungan sosial di Kabupaten Donggala. Teori yang digunakan ialah teori atribusi. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data ialah wawancara mendalam (Indepth Interviewing) dan observasi langsung. Untuk teknik analisis menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data dan Conlusion Drawing/Verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa generasi milenial di Kabupaten Donggala memiliki standar etika tersendiri dalam berkomunikasi dengan teman sebaya, seperti penggunaan kata anjay, anjir, penyebutan nama binatang, alat kelamin, setan, stres, penyebutan nama orang tua dan lain-lain yang dianggap sebagai hal biasa. Tujuannya yaitu agar bisa diterima dan diakui keberadaannya oleh teman di lingkungannya sehingga proses interaksi sosial bisa berjalan dengan baik. Penyebutan kata negatif itu juga digunakan pada saat mereka saling membuli antara satu dengan lainnya. Ini merupakan hal yang biasa dan beranggapan bahwa bisa lebih mengakrabkan hubungan pertemanan.

Published

2023-12-06

How to Cite

Standar Etika Berkomunikasi Generasi Milenial (Studi pada Remaja di Kabupaten Donggala). (2023). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10757-10761. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3422