Model Kepemimpinan Profetik (Nabi Muhammad Saw) dan Implementasinya di Pondok Pesantren Miftahunnajah Lamongan Serang
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i2.3466Abstract
Penelitian ini muncul dari pemahaman bahwa manusia, yang dilahirkan sebagai khalifatu fi al-ard atau pemimpin di bumi, diharapkan tidak hanya memimpin dirinya sendiri, tetapi juga bertanggung jawab dalam mengelola dan merawat bumi dengan baik di semua aspek kehidupan. Namun, dalam era distribusi saat ini, hal ini sering tidak tercapai karena kemajuan dan perkembangan yang begitu cepat. Kunci utama dalam konteks ini adalah pilihan atau penerapan model kepemimpinan. Meskipun ada berbagai model kepemimpinan, salah satu yang menarik untuk dipelajari adalah kepemimpinan profetik. Untuk mengumpulkan data yang relevan terkait permasalahan ini, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif. Metode ini memberikan gambaran yang jelas tentang konsep kepemimpinan profetik, termasuk definisi, prinsip, hakikat, dan jenis-jenis kepemimpinan profetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan ini sangat ideal untuk diterapkan di pondok pesantren Miftahunnajah Lamongan Serang dalam kehidupan sehari-hari, Dari berbagai sifat yang dimiliki oleh nabi tersebut, muncul beberapa karakteristik penting yang dapat dijadikan contoh oleh seorang kepala sekolah dalam mengelola lembaga pendidikanterutama di pondok pesantren Miftahunnajah Lamongan Serang. Antara lain, sifat kecerdasan (Sidik) menghasilkan pemimpin yang jujur dan berintegritas, terutama dalam mengelola keuangan sekolah; sifat dapat dipercaya (Amanah) menjadi dasar utama dalam menjalankan kepercayaan pihak-pihak yang terlibat dalam sekolah; sifat menyampaikan (Tabligh) menjadi inspirasi untuk mengelola sekolah dengan transparansi (keterbukaan); dan sifat kecerdasan (Fathonah) melahirkan pemimpin yang selalu memiliki kreativitas dan inovasi.