Tukad Bindu Yang Windu: Upaya Mengembalikan Kejayaannya sebagai Urban Tourist Attraction di Denpasar

Authors

  • Ayu Putu Utari Parthami Lestari Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
  • I Putu Agus Suwastawa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ngurah Rai

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v5i1.387

Keywords:

Tukad Bindu, Daya Tarik Wisata, Pengabdian Fisik, Pengabdian Social, Kemasyarakatan, Denpasar

Abstract

Sungai sudah sejak lama merupakan lokasi yang penting bagi kehidupan masyarakat, namun di sisi lain, sungai-sungai terdesak oleh pembangunan hingga bahkan menjadi tempat pembuangan limbah baik rumah tangga dan industri. Padahal sungai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang bermanfaat tidak hanya untuk lingkungan, namun juga bahkan secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seperti Tukad Bindu, sebuah sungai di Denpasar yang menjadi pilot project pertama pengelolaan daerah aliran sungai yang berbasis komunitas. Yayasan Tukad Bindu sebagai mitra pengabdian menghadapi masalah akibat ditutupnya kawasan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, seperti penurunan kualitas fisik hingga kekhawatiran akan kunjungan wisatawan yang tidak setinggi dulu ketika lokasi nanti dibuka kembali. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Ngurah Rai di Tukad Bindu antara lain pelaksanaan desain backdrop panggung, atap salah satu fasilitas, papan penunjuk, pelaksanaan sosialisasi eco enzyme dan lomba mewarnai. Seluruh kegiatan dilakukan bersama-sama dengan masyarakat difasilitasi oleh yayasan, sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan. Seluruh kegiatan mendapatkan dukungan dan apresiasi dari semua pihak yang ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan kegiatan sesuai target.

Published

2022-01-03

How to Cite

Lestari, A. P. U. P., & Suwastawa, I. P. A. (2022). Tukad Bindu Yang Windu: Upaya Mengembalikan Kejayaannya sebagai Urban Tourist Attraction di Denpasar. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(1), 96-102. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i1.387