Perilaku Mengajar Guru Setelah Sistem Zonasi di SMA Negeri 10 Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i7.4691Abstract
Penelitian ini di latarbelakangi oleh pemerintah menerapkan kebijakan PPDB sistem zonasi sekolah khususnya pada tingkat SMA di Provinsi Sumatera Barat. Kebijakan PPDB sistem zonasi ini bertujuan untuk pemeratan pendidikan ini mengutamakan jarak tempat tinggal dan menghilangkan status sekolah unggul yang difavoritkan masyarakat karena peseta didiknya bersifat homogen kemampuan akademiknya dan sekolah tidak favorit dengan peserta didiknya berkemampuan akademik tidak tinggi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perilaku mengajar guru dalam kebijakan PPDB sistem zonasi dan menjelaskan strategi perubahan perilaku guru dalam mengajar. Penelitian ini pendekatannya kualitatif dengan tipe deskriptif. Mendapatkan data dengan wawancara mendalam dan studi dokumen. Menentukan informan digunakan tekhnik purposive sampling. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan PPDB sistem zonasi menjadikan guru melakukan tindakan sosial perubahan perilaku mengajar mencakup keempat tipe tindakan sosial yaitu rasional instrumental, nilai, afektif dan tradisonal. Hal ini disebabkan kemampuan akademik peserta didik jalur zonasi heterogen, tanggung jawab tugas dan sebagai pendidik, mempertahankan prestasi sekolah dan untuk meningkatkan prestasi mengajar guru itu sendiri. Untuk hal tersebut guru memilih strategi pembelajaran yang tepat berupaya mendapatakan ilmu baru dengan belajar lagi yaitu mengikuti pelatihan dilingkungan sekolah, pertemuan MGMP, pelatihan online dengan aplikasi dan youtube.