Perancangan Ulang Ma'had Bakkah Putra Martapura dengan Pendekatan Green Design
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i7.4737Abstract
Mulai tahun 2022, Banjarmasin kini digantikan dengan Banjarbaru sebagai ibukota Kalimantan selatan. Dengan adanya perubahan ibu kota tersebut, akan berdampak pada peningkatan sarana dan prasarana fasilitas publik, termasuk di antaranya bangunan pendidikan di kota Banjarbaru. Namun, hal ini juga akan berdampak negatif terhadap lingkungan seperti pengurangan sumber daya alam, penurunan kualitas udara, serta peningkatan limbah dan konsumsi energi harian. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku santri, serta mendukung pembelajaran agama dan peningkatan spiritualitas. Dibandingkan dengan sekolah formal, sistem belajar-mengajar di pesantren memiliki durasi jam belajar yang cukup panjang. Sehingga memerlukan fasilitas yang lebih banyak untuk mendukung proses pembelajaran siswa dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, prinsip-prinsip Green Design digunakan dalam perancangan desain interior Ma'had Bakkah Putra guna mengurangi efek negatif terhadap lingkungan seperti penggunaan energi berlebihan, produksi limbah, dan emisi karbon. Penerapan ini juga berfokus pada pencahayaan alami, pengahwaan yang baik, dan penggunaan material ramah lingkungan, yang dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan siswa serta mampu meningkatkan produktivitas dan kosentrasi siswa dalam pembelajaran. Aspek-aspek Green Design yang di implentasikan mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Aspek tersebut diantaranya menekankan efisiensi dan konservasi energi, penghematan air, pengelolaan material secara berkelanjutan, serta menjaga kesehatan dan kenyamanan di dalam ruangan.