Resepsi Khalaya katas Konflik Pernikahan Poligami dalam Serial “Saiyo Sakato”
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i7.5230Abstract
Konflik keluarga dapat terjadi ketika terdapat miskomunikasi di dalamnya, sehingga terjadi pergesekan dan pertentangan antar anggota keluarga. Semua keluarga dapat mengalami konflik keluarga, tidak terkecuali keluarga yang berada dalam lingkup poligami. Poligami pada dasarnya merupakan sebuah praktik pernikahan yang legal di Indonesia, namun terdapat beberapa aturan yang telah diatur dalam perundang-undangan. Praktik poligami yang salah dan tidak sesuai akan menimbulkan konflik berkepanjangan. Serial “Saiyo Sakato” merupakan salah satu media yang menunjukan bagaimana konflik keluarga dalam lingkup poligami di masyarakat. Dalam serial tersebut, Gina S. Noer berusaha menunjukan beberapa konflik yang diakibatkan oleh praktik poligami yang melanggar aturan undang-undang. Film atau media massa berbasis audio visual merupakan media yang kerap memproyeksikan bagaimana representasi sebuah isu yang ada di masyarakat. Setiap audiens yang menonton memiliki sudut pandang dan penerimaan yang berbeda dari pesan yang disampaikan dalam sebuah media karena pengalaman dan referensi yang berbeda pada tiap audiens. Hal itu disebut dengan resepsi audiens yang dikemukakan oleh Stuart Hall. Dalam teorinya, Hall membagi audiens ke dalam tiga posisi sebagai pemakna dan pengolah pesna aktif, yaitu dominant-hegemonic, negotiated, dan opposition.