Resistensi Perempuan Nias Terhadap Dominasi Budaya Patriarki Melalui Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5676Abstract
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan resistensi perempuan Nias terhadap dominasi budaya patriarki melalui pendidikan menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Nias sebanyak 290 dan sampel ditarik secara purposive sampling sebanyak 73 orang perempuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebanyak 79,70 % perempuan Nias setuju melakukan resistensi terhadap dominasi budaya patriarki, mereka melakukan tindakan untuk mengubah kondisi keterpurukan dalam ranah adat, sosial, politik maupun keluarga melalui pendidikan. Hal-hal yang mereka lawan menyangkut: (1) norma yang berlaku yakni laki-laki sebagai pemegang kekuasaan (84,24 %); (2) dominasi laki-laki terhadap perempuan (76,86 %), mereka memiliki keinginan untuk berkarir, memberikan pendapat dalam mengambil keputusan tanpa adanya tekanan; (3) otoritas laki-laki sebagai sosok utama dalam keluarga (75,86 %), mereka memiliki keinginan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua tanpa membedakan anak laki-laki dengan perempuan; (4) otoritas laki-laki sebagai obyek pelaku dalam sistem sosial (75,86 %), mereka ingin bersosial dengan orang lain tanpa tekanan dan juga menjadi pemimpin baik dalam keluarga maupun dalam organisasi; dan (5) otoritas laki-laki sebagai penguasa terhadap perempuan (85,71 %), mereka ingin mempunyai hak yang sama setara dengan laki-laki baik dalam berpendidikan maupun dalam berkarir. Disarankan kepada orang tua, laki-laki, pemimpin, pemerintah, tokoh agama, masyarakat agar meninggalkan kebiasaan atau budaya patriarki ini dan memberikan kebebasan kepada kaum perempuan untuk menentukan pilihannya sendiri baik dalam berpendidikan, memimpin, berpendapat, dan berkarir.