Pentingnya Konseling Pranikah Bagi Gen Z

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5750

Abstract

Menikah adalah sebuah fase yang akan dilalui oleh kebanyakan orang pada umumnya ketika sudah berada di usia dewasa, akan tetapi minimnya kesadaran dalam mempersiapkan pernikahan memicu tingginya angka perceraian. Di Indonesia jumlah perceraian menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 terdapat 408.347 kasus perceraian, penyebab tertingginya terdapat pada faktor persellisihan dan pertengkaran terus menerus sebanyak 251.828 pasangan, faktor ekonomi sebanyak 108.488 pasangan, faktor meninggalkan salah satu pihak sebanyak 34.322 pasangan. Pada era digital saat ini perilaku masyarakat juga dipenguri oleh konten media soal yang mereka konsumsi, dengan maraknyanya kasus perceraian ini menimbulkan adanya trust issue pada pernikahan hingga menjadikan individu enggan untuk menikah. Salah satu upaya yang dapat meminimalisir perceraian tersebut adalah upaya pemberian layanan konseling pranikah. Koseling pranikah semakin penting dalam konteks masyarakat gen Z yang di warnai oleh perubahan nilai dan tantangan sosial yang konpleks. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pentingnya konseling pranikah, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian pustaka (library research) untuk mengidentifikasi isu-isu utama yang dihadapi oleh gen Z dalam mempersiapkan diri untuk pernikahan. Temuan menunjukkan bahwa konseling pranikah tidak hanya mempersiapkan secara emosional dan psikologis, tetapi juga membekali individu dengan pengetahuan yang mendalam akan komitmen, tanggung jawab, dan persiapan dalam memasuki kehidupan berumah tangga.

Published

2024-09-03

How to Cite

Pentingnya Konseling Pranikah Bagi Gen Z. (2024). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 10176-10184. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5750