Analisis Wacana Digital tentang Male Privilege di Indonesia dalam Talkshow Mata Najwa berjudul “Enaknya Jadi Laki-laki”

Authors

  • Prischa Almathia Elnisse Banani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Syafrida Nurrachmi Febriyanti Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5870

Abstract

Talkshow Mata Najwa berjudul “Enaknya Jadi Laki-laki” mengangkat topik tentang hak-hak istimewa yang dimiliki laki-laki sebagai warisan budaya patriarki yang mengakar di masyarakat Indonesia. Penelitian ini berupaya mengungkap wacana dibalik talkshow menggunakan analisis wacana digital. Rodney H. Jones mengungkapkan bahwa analisis wacana digital dilakukan menggunakan 4 elemen, yakni teks, konteks, aksi dan interaksi, ideologi dan kekuasaan. Hasil penelitian pada elemen teks tersebut menguak ketidaksetaraan hak dan peran antara laki-laki dan perempuan di bidang domestik, pekerjaan, dan sosial bermasyarakat. Elemen konteks mengungkap bahwa narasumber berdiskusi merupakan warga negara Indonesia, peka terhadap isu sosial di Indonesia dan memiliki beragam profesi yang melatarbelakangi argumennya sehingga memperkaya diskusi. Elemen Aksi dan interaksi ditinjau melalui komentar audiens terhadap konten yang menyatakan dukungan, menentang, dan mengambil posisi netral terhadap wacana yang dibawakan. Elemen Ideologi dan kekuasaan terungkap bahwa YouTube sebagai media digital memiliki keunggulan dalam percepatan penyebarluasan ideologi dari produsen konten. Talkshow Mata Najwa episode ini menggambarkan bagaimana perempuan masa sekarang memiliki kesadaran akan hak dan perannya di kehidupan berujung pada keberanian menyuarakan isu kesetaraan gender.

Published

2024-09-02

How to Cite

Banani, P. A. E. ., & Febriyanti, S. N. . (2024). Analisis Wacana Digital tentang Male Privilege di Indonesia dalam Talkshow Mata Najwa berjudul “Enaknya Jadi Laki-laki”. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 9911-9919. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5870