Pola Komunikasi Orang Tua Terhadap Remaja dengan Gangguan Speech Delay dalam Pembentukan Konsep Diri
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5901Abstract
Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan komunikasi untuk saling memahami. Komunikasi interpersonal, yang mencakup percakapan pribadi baik secara verbal maupun nonverbal, adalah bagian penting dari interaksi sehari-hari (Ngalimun, 2019). Dalam konteks keluarga, komunikasi ini membentuk pola-pola penting melalui ucapan, emosi, dan keterampilan yang diajarkan antar anggota keluarga (Rahmah, 2019). Keluarga adalah tempat pertama bagi anak untuk belajar norma dan nilai-nilai kehidupan (Syarbini, 2014). Masa belajar kritis anak, atau "masa keemasan," terjadi antara usia 0-6 tahun, di mana perkembangan otak memungkinkan manipulasi pesan-pesan baru (Hutami & Samsidar, 2018). Jika perkembangan komunikasi anak terhambat, ini dapat mengarah pada speech delay atau keterlambatan bicara (Fitriyani et al., 2019). Speech delay yang berlanjut hingga remaja dapat mempengaruhi konsep diri anak. Oleh karena itu, orang tua perlu menerapkan pola komunikasi yang tepat seperti pola komunikasi otoriter, permisif, atau demokratis—untuk membantu anak mereka berkembang (Rahmawati, 2022).