Dampak Metode Eksperimen Pencampuran Warna terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun

Authors

  • Ruslianti Ruslianti Universitas Panca Sakti Bekasi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.5978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak metode eksperimen pencampuran warna terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini berusia 5-6 tahun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pengalaman, respon, dan perkembangan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru serta anak-anak yang berpartisipasi dalam eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari anak-anak di sebuah taman kanak-kanak yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang muncul dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen pencampuran warna secara efektif merangsang rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mengidentifikasi masalah, membuat prediksi, serta mengevaluasi hasil eksperimen. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode eksperimen berbasis aktivitas praktis seperti pencampuran warna dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada anak usia dini, dengan memberikan mereka kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung dan refleksi.

Published

2024-10-03

How to Cite

Ruslianti, R. (2024). Dampak Metode Eksperimen Pencampuran Warna terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(10), 11603-11609. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.5978