Survival Strategy Masyarakat di Wilayah Kepulauan (Studi Kasus terhadap Adaptasi Masyarakat Miskin)
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.6031Abstract
Sebagaimana beberapa wilayah Provinsi lain di Indonesia yang berciri kepulauan, Provinsi Maluku juga memiliki ciri wilayah kepulauan. Begitupun Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) juga meru-pakan wilayah kepulauan. KKT sebelum pemekaran, kemajuan pembangunan berjalan lambat dan masyarakat banyak mengalami kesulitan terutama karena keterbatasan akses karena minimnya infrastruktur yang memengaruhi aktivias sosial dan ekonomi. Namun setelah pemekaran wilayah Tanimbar menjadi daerah otonom baru, mendorong pembangunan dan kemajuan, yang memu-dahkan masyarakat melakukan mobilitas sosial dan ekonomi. Akan tetapi kemajuan dan perkem-bangan tersebut membawa dampak perubahan baik perubahan lingkungan fisik maupun perubahan sosial budaya. Membuat masyarakat Desa Watidal khususnya, dan masyarakat Pulau Larat, serta Tanimbar umumnya harus beradaptasi dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa, masyarakat Desa Watidal secara khusus, Pulau Larat, serta Tanimbar umumnya bisa beradaptasi dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi sebagai bentuk strategi bertahan hidup (survival strategy).