Mengkomunikasikan Pewarisan Usaha Warung Tegal Kepada Generasi Z
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.6058Abstract
Banyaknya pengusaha Warung Tegal atau Warteg yang masih bertahan di era kenaikan bahan pangan telah membuktikan betapa kuatnya sistem usaha tersebut. Usaha yang dijalankan secara turun-temurun tersebut bahkan telah mampu mendongkrak ekonomi daerah. Maka dari itu, banyak dari pengusaha Warteg yang menginginkan keberlangsungan usahanya tersebut dengan mewariskannya kepada sang anak. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana pola komunikasi yang digunakan oleh orang tua dalam mempersiapkan anak sebagai penerus usaha warung tegal. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui jenis pola komunikasi seperti apa yang diterapkan oleh orang tua sehingga anak dapat patuh dan mau menjadi penerus usaha mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan didasarkan pada konsep pola komunikasi menurut Baumrind. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi dengan 8 informan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 pola komunikasi yang diterapkan oleh orang tua dalam upaya mewariskan usaha warung tegal, yaitu pola komunikasi orang tua demokratis, pola komunikasi orang tua otoriter dan pola komunikasi orang tua lalai. Ketiga pola yang diterapkan tersebut kemudian berdampak pada keterbukaan komunikasi sang anak dan motivasi yang berbeda untuk menuruti perintah orang tua mereka.