Tradisi Meja Makan sebagai Media Komunikasi Interpersonal salam Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.6115Abstract
Urgensi dari penelitian ini akan menjadi masukan bagi mitra peneliti yakni Pemerintah Negeri Porto, Pemerintah Negeri Haria dan Pemerintah Negeri Ulath. Bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk kembali menjalankan tradisi makan di meja makan secara sakral. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi melibatkan pengujian yang teliti dan seksama pada kesadaran pengalaman manusia. Konsep utama dalam fenomenologi adalah makna. Makna merupakan isi penting yang muncul dari pengalaman kesadaran manusia. Luaran dari penlitian ini akan di publikasi pada jurnal nasional terakreditasi sinta 4 (Jurnal Ilmiah IlmuPendidikan) hasil penelitian Komunikasi interpersonal dalam keluarga merupakan bentuk komunikasi yang terjalin antara Ayah, ibu anak serta anggota keluarga lainnya yang berada dalam keluarga itu. Adanya suatu fenomena dapat mengintegrasi komunikasi dalam keluarga secara intensif yakni tradisi makan di meja makan. Orang tua memberikan dan mengajarkan tentang nilai, norma , pengetahuan, sikap dan harapan kepada anak-anak. Melalui media meja makan maka komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dapat terjalin dimana meja makan bukan hanya sebagai tempat untuk duduk makan bersama namun lebih dari itu meja makan digunakan sebagai media terjalinnya komunikasi interpersonal orang tua dengan anak-anak.