Penerapan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Dikaji dari Komunikasi dan Disposisi Matematis pada Peserta Didik SMA
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.6122Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat komunikasi dan disposisi matematis peserta didik di sekolah menengah atas dengan metode deskriptif kuantitatif analitis berorientasi pada pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian merupakan peserta didik kelas XI IPA di SMAN 1 Matan Hilir Utara. Soal tes komunikasi yang dikembangkan menunjukkan validitas rata-rata 0,75 (kategori tinggi) dan reliabilitas 0,55825 (kategori sedang). Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata komunikasi dan disposisi matematis, melalui pembelajaran berbasis masalah (PBM) cukup tinggi, dengan disposisi matematis memiliki rata-rata tertinggi. Sebaran data menunjukkan variasi yang berbeda, dengan disposisi matematis memiliki sebaran paling moderat dan PBM paling rendah, serta distribusi nilai yang mendekati normal. Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa komunikasi matematis (X1) dan disposisi matematis (X2) masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap PBM, dengan nilai signifikansi 0,00 (< 0,05) dan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Pengaruh simultan kedua variabel independen terhadap PBM juga signifikan, dengan nilai F hitung 2412,036 (> F tabel 3,40). Model regresi yang diperoleh adalah Y=1,122+0,520X1+0,469X2, menunjukkan hubungan linear signifikan antara komunikasi dan disposisi matematis terhadap PBM. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah memiliki dampak positif dan konsisten terhadap peningkatan komunikasi dan disposisi matematis peserta didik.