Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Mengkomunikasikan Pendidikan Seksual
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.6126Abstract
Komunikasi menjadi aktivitas setiap hari yang digunakan seseorang untuk berintraksi. Seperti halnya komunikasi antara orang tua dengan anak menjadi suatu hal yang sangat penting, terutama dengan anak berkebutuhan khusus yang memiliki ketergantungan lebih dengan orang tua. Sebagaimana kasus kekerasan seksual yang menyasar pada anak-anak menjadi perhatian khusus bagi orang tua untuk mengkomunikasikan pendidikan seks sejak dini kepada anak-anak. Sehingga penelitian ini berfokus pada bagaimana pola komunikasi yang digunakan oleh orang tua kepada anak berkebutuhan khusus dalam mengkomunikasikan pendidikan seks. Peneliti menggunakan metode kulitatif untuk menjabarkan serta menjelaskan hasil temuan yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Hasil temuan peneliti menunjukan bahwa orang tua menggunakan pola komunikasi demokratis ketika mengkomunikasikan pendidikan seks dengan anak berkebutuhan khusus, yakni orang tua bersikap membebaskan anaknya disertai dengan batasan, orang tua berempati dan memahami anak berkebutuhan khusus, orang tua bersikap menghargai anak berkebutuhan khusus terkait pendidikan seks, orang tua bersikap terbuka akan pendidikan seks, orang tua bersikap mendukung pemahaman pendidikan seks anak berkebutuhan khusus. Materi-materi pendidikan seks yang diajarkan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus yakni materi pengenalan anggota identitas tubuh, pendidikan menutup aurat, pengenalan identitas gender, pendidikan ketrampilan melindungi diri dari kejahatan seksual, pendidikan identifikasi situasi yang mengarah pada eksploitasi seksual, serta pendidikan toilet training.