Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga Wujud Implementasi Efesus 6:1-4
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i10.6148Abstract
Zaman post-modern ini tidak sedikit keluarga Kristen kehilangan identitasnya sebagai keluarga. Orangtua Kristen tidak menjadi teladan bagi anak-anak, tidak bertanggungjawab melaksanakan Pendidikan Agama Kristen dalam keluarganya, bahkan menyerahkan tanggung jawab ini kepada pihak lain. Kemudian Orangtua Kristen seringkali membangkitkan amarah di dalam hati anak-anak, mendidik anak-anak dengan sewenang-wenang, tidak dengan petunjuk Firman Tuhan. Sehingga, anak-anak tidak taat kepada orangtua. Dalam sebuah keluarga Kristen, perlu ada keseimbangan peran dan tanggungjawab setiap anggota keluarga sehingga mewujudkan keluarga yang mencerminkan keluarga Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dimana data diperoleh dari litartur terpilih sesuai variable penelitian. Hasilnya bahwa orangtua sebagai wakil Tuhan dalam mendidik anak dalam menerapkan Pendidikan Agama Kristen bagi anak-anak yang dilakukan sejak dini berdasarkan pada Alkitab dan anak-anak penuh hormat kepada orangtua. Pendidikan Agama Kristen bukan sekadar teori dan pengetahuan, namun kesetiaan dan komitmen antar individu dalam keluarga. Orangtua Kristen bertanggungjawab melaksanakan Pendidikan Agama Kristen dalam keluarganya yang dapat dilandaskan pada Alkitab. Anak-anak taat kepada orangtua sebagai bentuk ketundukan kepada Tuhan. Ketundukkan ini sebagai bagian dalam menjalankan hukum kelima yaitu taatilah orangtua di dalam Tuhan. Orangtua perlu sabar dan tidak putus asa dalam mendidik anak-anak dengan hati yang penuh kasih.