Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Aplikasi Smart Apps Creator 3 pada Materi Komponen Ekosistem dan Interaksinya terhadap Kemampuan Literasi sains Siswa SMA Negeri 14 Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v8i10.9551Keywords:
Problem Based Learning, Learning Media, Smart Apps Creator 3, Scientific Literacy, Ecosystem Components and Their Interactions., Problem Based Learning, Media Pembelajaran, Smart Apps Creator 3, Literasi Sains, Komponen Ekosistem dan InteraksinyaAbstract
Literasi sains adalah kemampuan siswa untuk menjelaskan fenomena ilmiah, menafsirkan data, serta merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah. Kemampuan ini dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses berpikir kritis dan pemecahan masalah. Salah satu model yang dapat digunakan adalah model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media aplikasi Smart Apps Creator 3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media interaktif berbasis aplikasi Smart Apps Creator 3 terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas X SMAN 14 Samarinda pada materi komponen ekosistem dan interaksinya. Penelitian ini merupakan jenis Quasi Experimental Design dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh sampel 23 siswa dari kelas X-5 (kelas eksperimen) dan kelas X-6 (kelas kontrol). Data dikumpulkan melalui tes tertulis soal uraia (pretest dan posttest). Data dianalisis menggunakan uji-t, yang menunjukkan bahwa nilai thitung = 5,061 dan ttabel = 2,015 sehingga thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Smart Apps Creator 3 terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas X SMAN 14 Samarinda. Pengaruh tersebut disebabkan model PBL menuntut siswa aktif mengeksplorasi masalah dan menemukan solusi, sedangkan media Smart Apps Creator 3 menyajikan materi secara interaktif sehingga memudahkan pemahaman, yang pada akhirnya meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam literasi sains.







